Terbahak maupun pelan-pelan tertahan
Langkahku nyaris sempurna di kelopak pintu
Sempatnya mencuri pandang ke belakang
Berharap semilir angin membawa kabarnya
Aku tau tak berguna memandangi langit
Karena hujan rintik tak kan turun tiba-tiba
Gundah, pergilah kau
Aku letih berkawan denganmu
Dia akan tau bahwa aku hanya akan berdiri disini sejenak saja
Hanya sejenak
karena jika langkahku telah keluar dari kelopak pintu
Aku akan menghapusnya
Kutitipkan segenggam asa
Nyanyikan ini padanya
Biar dia tersenyum diantara penat dan peluh perjalanannya
(gambar diambil dari http://garagedoorrepairb.com/uncategorized/open-door-3.html)
made it on Tuesday, June 14, 2011 at 6:59pm


0 komentar:
Posting Komentar