Get me outta here!

Minggu, 15 Januari 2012

si Ulat

Ini kisah tentang seekor ulat.
Ulat kecil.
Belum2 dia sudah takut buat jadi kepompong.
Takut nanti kalau jadi kupu2 ga bisa jadi ulat lagi yg bebas buat menggeliat & makan dg rakusnya di atas daun2 hijau..

Malam itu pula,ulat bermain saja di atas daun..
Dan jejak2 ulat warta kota bercerita ironi tentang para kupu2.
Menyedihkan.
Si ulat tau, tentu menyenangkan jadi kupu2 yg indah.
Tapi salah siapa?
Nasib mengantarkannya untuk melihat dunia pada sisi kelamnya..

Si ulat menangis.
Sedih dia & kebingungan seperti lebah yg tiba2 kehilangan sarangnya.

Warta kota tak mungkin berbohong
tapi lebih tak mungkin lagi hukum alam yg jalannya sudah ditetapkan seperti halnya tugas xilem yg mengantarkan air & garam mineral dr akar ke daun

Kasihan si ulat..
Dia harus banyak bersabar.
Karna hidup memang banyak anomali.

Pilihlah hai ulat kecil..
Jalan mana yg bs kau tempuh
Bijaklah dlm mendengar,melihat,berpikir dan brtindak..
Sedih biar kau tampung saja dulu,
adukan pada Hukum alam
Kelak juga kau tau akan kemana..

(picture: http://djooel.blogspot.com)


made it on  Wednesday, February 10, 2010 at 1:56pm

0 komentar:

Posting Komentar