Get me outta here!

Rabu, 21 Oktober 2015

kisahmu (2)

Kawan,
Aku bertemu kembali dengan sang musafir yang dulu pernah bercakap denganku.
Berbicang dalam hangat segelas kopi, di bawah pohon ini.
Pohon ini tak serindang dulu.
Beberapa daunnya mulai menguning, beberapa lainnya telah gugur dan berjatuhan,
terbaring di atas permukaan air danau, tepat ditepiannya.

Pagi itu aku bertemu dengannya.
Dia ceritakan padaku.
Dia telah menemukan tambatan hatinya,
labuhan bagi perahunya,
untuk beristirahat dan berbagi cerita.
Kupikir tak setara dengan dirinya.

Hampir setahun berlalu, dan lantunan nada-nada cinta tak pudar dari mereka.

Dan pagi ini, aku melihatnya lagi di dermaga itu.
Menyandarkan perahunya.
Di tengah peluh dan perjuangannya.
Tak kuhampiri dia, kuperhatikan saja.
Dan dari jauh, diantara luas danau yang terbentang antara aku dengannya.
Aku bisa melihat jelas,
 senyum itu ada disana.
Mungkin sesekali ia kelelahan membela perjalanan yang ditempuh untuk sampai ke pelabuhannya.
Tapi ia pernah berkata.
Aku tidak akan meninggalkannya.
Aku akan selalu datang, meskipun sulit.

Bukankah potongan puzzle ini semakin membentuk polanya.
Cinta itu hadir bukan karena kesempurnaan.
Semerbak seruni mungkin tidak akan hadir jika ia bersama wanita yang dikaguminya dulu. yang kuanggap lebih layak bersamanya.
Mungkin karena cinta bukan hanya sekedar kekaguman semata
Tapi karena kesetiaan untuk saling mengisi sisi-sisi hidup yang sepi.

*terinspirasi dari kisah seorang musafir. Kuharap ia benar bahagia dengan pilihannya. Dan kurasa, ini semua akan mendewasakannya. Pun mendewasakanku juga..

Ruang biru, 1 Oktober 2012 
~puzzle ini semakin menarik

0 komentar:

Posting Komentar