Well, momen mencari sepatu seperti menjadi momen yang seru buat saya karena dulu-dulu sebelum bekerja, saya hanya beli sepatu jalan-jalan satu dan itupun banyak campur tangan selera mama. Semenjak saya berpenghasilan, seperti ada euphoria tersendiri ketika waktunya berbelanja sepatu. Dan saya mulai menyadari bahwa memilih sepatu berdasarkan selera dan pilihan dari lubuk hati (sahelah) itu lebih menyenangkan. Kita akan lebih percaya diri ketika menggunakannya karena tau bahwa sepatu itu benar-benar ‘kita banget’, dan meskipun orang lain berkata apa kita tetap nyaman dan percaya diri karena, sekali lagi, sepatu itu benar-benar ‘kita banget’.
(gambar diambil dari: http://notesonsole.com/choosing-shoes-by-frida-wolfe/)
Banyak hal ternyata yang harus diperhatikan dalam memilih sepatu.
Biar kita runut beberapa diantaranya:
- Tujuan kemana akan kita bawa sepatu kita. Ke pesta kah, ke gunung, ke daerah pedesaan. Tentunya sepatu kita harus disesuaikan dengan jalan yang nantinya akan kita lalui. Berbatu, tanah, atau justru keramik yang cantik.
- Seperti apa karakter kita. Apakah kita tipikel yang suka berjalan dengan anggun, mungkin highheels akan cocok sekali. Atau kita tipikel yang suka berlari-lari dan berjalan dengan santai, mungkin flat shoes lebih tepat.
- Fisiologis dari kaki kita. Hmm, apakah kaki kita mudah berkeringat, kalau iya maka tentu kita harus memperhatikan jenis bahan dari sepatu yang akan kita beli.
- Ukuran kaki. Nah, ini penting sekali. Jangan sampai salah ukuran, bisa kebesaran atau kekecilan.
Bisa dibayangkan betapa pentingnya teliti dan bersungguh-sungguh ketika memilih sepatu. Jika kamu salah membeli sepatu, kamu akan merasa tidak nyaman memakainya sepanjang perjalananmu menuju tujuan yang kamu tetapkan. Atau sebut saja jika jalan menuju tujuanmu penuh onak dan berbatu (sahelah, lagi :p) maka sepatu high heels yang kamu beli justru tidak akan bermanfaat, tidak akan kamu gunakan dan bahkan cuma di tenteng-tenteng sekedar pajangan. Atau lebih parah lagi jika kita membeli sepatu dengan ukuran yang salah. Bayangkan jika sepanjang perjalanan kita harus menggunakan sepatu yang kekecilan, tentu akan menyakitkan. Sedangkan jika membeli sepatu yang kebesaran? Yang ada bisa-bisa akan terlepas di pertengahan jalan.
Saya mengibaratkannya dengan mencari pasangan hidup. Masing-masing dari kita tentunya
punya tujuan hidup dan jalan hidup yang akan dilalui. Pasangan hidup tentunya harus disesuaikan dengan tujuan hidup kita serta jalan hidup seperti apa yang akan kita jalani nanti. Dan bayangkan untuk yang satu itu, jika kita harus memilih satu untuk selamanya. Tentunya kita harus benar-benar jeli dan menyesuaikan dengan tujuan, karakter dan ‘ukuran kaki’. Karena sekali lagi, sepatu yang kekecilan akan membuat kaki kita sakit sepanjang perjalanan dan sepatu yang kebesaran, barangkali akan terlepas di tengah jalan. Nah kalo disini berarti pengibaratannya seperti harus pisah di tengah jalan dengan pasangan hidup kita. Tentu ga mau :(.
Well, pikir saya, jika kita sudah terlanjur membeli ‘sepatu’ untuk perjalanan hidup kita dan ternyata sepatu itu kebesaran atau kekecilan. Jangan terlalu menyesali hal itu. Mungkin sudah takdirnya. Tinggal menyiasati bagaimana agar sepatu yang kekecilan tidak terlalu menyakitkan, misalnya dengan memasang perban di pergelangan kaki. Dan jika kebesaran, coba tambalkan kain di ujung sepatu agar tidak terlepas saat berjalan.
Sekali lagi, ini hanya permainan analogi. Tentu banyak hal yang lebih kompleks lagi yang harus diperhatikan. Lagi pula, saya belum berpengalaman. Hanya iseng-iseng beranalogi tentang hubungan memilih sepatu dengan mencari pasangan hidup. Hehe
Wallahu’alam.


0 komentar:
Posting Komentar