Saya ingat kala itu, mama masuk ke kamar dan menyerahkan sebuah buku kecil kepada saya. Buku kecil yang sederhana. Waktu itu tangis saya bahkan belum habis setelah dikerjai teman-teman sekolah. Mama kemudian duduk di samping saya dan berkata, “Kamu tuliskan targetan-targetanmu. kamu tuliskan kekurangan dan kelebihanmu. Supaya kamu bisa jadi lebih baik. Supaya kamu tidak sibuk menangisi kejahilan orang lain.”
Itulah pertama kalinya saya mengenal arti kata “evaluasi” dan “target”. Hal yang akhirnya menjadi kebiasaan pribadi saya di setiap momen pergantian tahun. Setelah beranjak besar, saya menyadari ternyata ritual membuat target dan evaluasi tahunan dilakukan nyaris oleh semua orang di seluruh dunia. Kebiasaan tersebut biasa disebut sebagai resolusi awal tahun.

Seorang motivator sekaligus pelatih kepemimpinan, Aini Fauziyah, menyatakan bahwa menyusun sebuah resolusi adalah hal yang penting. Resolusi akan memudahkan seseorang mencapai tujuan hidupnya, dalam hal karier, hubungan sosial, ataupun pencapaian-pencapaian lain. “Dengan menyusun sebuah resolusi, orang akan memiliki tujuan yang jelas di tahun tersebut” katanya(6). Dari sini dapat kita katakan bahwa inti dari pembuatan resolusi adalah mengarahkan diri kepada hal-hal yang lebih baik dan demi kemajuan diri sendiri(5).
Tradisi membuat resolusi bahkan sebenarnya sudah ada sejak 4000 tahun yang lalu, contohnya pada bangsa Romawi. Mereka mengawali tahun mereka dengan menghitung ulang persediaan mereka yang tersisa di tahun sebelumnya lalu sibuk membuat perencanaan pencapaian di tahun berikutnya(3). Jadi sebenarnya kebiasaan membuat resolusi ini bukanlah hal baru lagi.
Niat, jujur, solusi dan perbaikan adalah kunci utama dari proses pembuatan resolusi (5). Apapun targetan yang kita rencanakan tidak akan menjadi nyata tanpa niat yang kuat. Kita pun harus jujur terhadap diri sendiri untuk mengetahui permasalahan yang kita hadapi dan bagaimana solusinya, serta apa yang benar-benar ingin kita capai. Kita juga perlu memperhatikan bagian-bagian penting dari sebuah resolusi, yaitu rencana, sasaran, target waktu dan punishment. Punishment atau hukuman yang dibuat tentunya harus yang bersifat positif.
Parameter sebuah resolusi bisa dibuat berdasarkan rumus SMART(5). Yaitu specific,measurable, achievable, reasonable, dan time. Specific / jelas yang berarti semua rencana harus jelas tujuannya apa dan bagaimana mencapainya. Measurable / terukur yang berarti apa batas tercapai atau tidaknya resolusi tersebut. Achievable / terjangkau yang berarti pembuatan resolusi harus memperhitungkan kemampuan kita dalam menggapainya.Reasonable / beralasan yang berarti kita harus tahu jelas makna dan alasan dari resolusi kita. Lalu terakhir time / batas waktu. Bahwa setiap pembuatan target, kita harus membuat batasan waktunya .
Tapi lebih dari apapun juga, hal terpenting dari membuat resolusi atau targetan adalah “take action!”. Maka mulailah sekarang juga. Sebenarnya tidak harus melakukannya di awal tahun, tetapi memulainya diwaktu tertentu akan memudahkan kita membuat penghitungandeadline dan pengkuran pencapaian berdasarkan waktu.
Berikut adalah tips yang dibagikan oleh Ari Syarifudin(2) untuk kita merajut target atau resolusi:
- Lakukan evaluasi atas capaian-capaian target yang sudah anda dapat.
- Hindari membuat resolusi mengawang-awang. Harus ada eksekusi.Slogannya: Make it Real.
- Resolusi yang sederhana dapat menghidari stress yang berlebihan.
- Satu resolusi tercapai bisa lebih indah, ketimbang membuat resolusi seperti debu. Banyak namun mudah tertiup angin. Alias tidak tercapai.
- Tuliskan status resolusi anda di media sosial. Ajaklah orang lain untuk turut mengawasi, berbagi info, turut membantu dan mengevaluasi resolusi yang sudah kita buat.
- Kerja keras dan jangan lupa berdoa. Seimbangkan semua dalam takaran yang pas.
Semua penjelasan di atas tadi tentu tidak akan berguna jika masing-masing kita tidak menganggap membuat resolusi atau targetan dalam hidup adalah penting. Tetapi mari kita menengok kembali pada firman Allah dalam Qur’an(1) surat Al-Hasyr ayat 18.
“Hai orang-orang yang beriman , bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnyauntuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”Pergantian waktu adalah salah satu tanda kekuasaan Allah yang harus kita tafakuri dan diambil hikmahnya,
“Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang-orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur” (QS. Al-Furqan : 62).(1)Berdasarkan ayat tersebut, pergantian malam dan siang harus kita gunakan untuk mengambil pelajaran dan memanfaatkannya untuk berbuat kebaikan. Kita sebaiknya membaca ulang setiap kejadian yang pernah terjadi dan mengevaluasi apa-apa yang telah kita perbuat (7).
Dan sebagai penutup, jadi teringat kembali salah satu surat Al Qur’an yang singkat tapi JLEB banget ini,
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat-menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.” QS. Al ‘Ashr(1).Kita tentu tidak ingin menjadi orang yang merugi karna tidak berhasil memanfaatkan modal waktu yang diberikan Allah kepada kita secara adil.
Well, membuat targetan hidup bukan berarti menandakan diri kita lebih baik dari orang lain, tapi setidaknya membuat targetan merupakan salah satu cara untuk membuat diri kita lebih baik dari diri kita di hari kemarin.
Berpaculah dengan diri sendiri :)
Dan untuk kesekian kali, tanpa kata yang sanggup terucap, i love you mama, telah mengajari beribu hal baik tanpa mengungkit jasa dan menagih ucapan terima kasih.
Malamku di ruang biru, 24 Maret 2014.
Daftar bacaan.
1. Al-Quran.
2. Ari Syarifudin. 2013. “Resolusi 2014: Make it real or leave it”.m.kompasiana.com/post/read/617249/3.3. Arie Kurniawan. 2013. Mengenal Sejarah Resolusi di Tahun Baru.sendiridanrahasia.blogspot.com/2013/12/mengenal-sejarah-resolusi-di-tahun-baru.html?m=1.
4. Kamus Besar Bahasa Indonesia.
5. Rani Hardjanti. 2011. Menyusun Resolusi 2012 Yuk.m.okezone.com/read/2011/12/26/417547305/menyusun-resolusi-2012-yuk.
6. Rina Atmasari. 2013. Ada Tiga Manfaat Susun Resolusi 2014.m.tempo.co/read/news/2013/12/27/215540376/Ada-Tiga-Manfaat-Susun-Resolusi-2014.
7. Usep Supriatna. 2012. Catatan Akhir Tahun 2012.m.kompasiana.com/post/read/520426/2/catatan-akhir-tahun-2012.

0 komentar:
Posting Komentar